Sabtu, September 05, 2009

ZIARAH

dilangitlangit kamarku hurufhuruf bertebaran membentuk kata
bersambungan dalam kalimat yang menyesakkan dada
kubaca namun tak kutahu artinya
(seperti nyanyian-nyanyian sakral yang kuindera
berabad ketika aku dalam rahim ibunda)

kubayangkan ribuan wajah dalam dongeng malamku;
- sementara diluar jendelaku sepasang kupukupu sedang bercumbu
pada kegetiran yang menyengat dalam semangat membeku
membuat ziarah ke masa lalu menelaga
(engkau adalah aku, ketika
bungabunga tak lagi membedakan warna)

debudebu didinding kamarku menggigil gemetar
ketika siasia mencari bayanganku yang musnah
ditelan kehampaan yang gulita
bahkan sebelum kita saling menyapa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar