Senin, Februari 09, 2004

PENA

Karena kaca-kaca jendelaku kini terburamkan
oleh titah langit yang penuh rahasia
mungkin aku harus merenung
sementara anganku haus mencari
apa yang menelanmu di luar sana.

Kini tak ada pena yang bisa menggoreskan
satu sajakpun tanpa luka dalam jiwaku
setelah kutahu aku berpura-pura menjadi gunung
dan laut
dan gerimis berwarna ungu itu
melelehkan
mata pena
mata hati.

nowhere, 090204

0 komentar: