ANAK PANAH
jadi inikah semata wayang anak panahmu
yang kepadaku kau persembahkan
ia telah meledakledak dalam dadaku
melukis harihari dalam warnawarna bunga
tik-tok jam dinding menatapi sepi
sebab waktu takkan pernah berdusta
bungabungapun hanyut dalam warna pelangi
pada percakapan tentang perjalanan fana
(amargi gesang namung sakdermo nglampahi titah)
semata wayang anak panahmu itu
tetap hidup dalam hening ingatanku
tumbuh subur taman bunga didadaku
pun ketika busurmu luluh mengabu
sebab kayu mestilah pasrah kepada api
anak panahmu tetap hidup: menjadi api
bogor, nop 03
KOTBAH
ada kotbahkotbah di rumahrumah ibadah
tapi ia kehilangan katakata
ada katakata yang mengendap didalam jiwa
tapi ia kehilangan bahasa
ada bahasa bunga berkembang didalam dada
tapi mereka kehilangan warna
dan warnawarna kidung persembahan di istana
telah kehilangan makna
tapi hidup terus berlalu pada kesah
sungai menata arus dalam riaknya
muara menghitung jarak dengan senyap
Lalu kidung apakah yang sedang kau lantunkan itu ?
bogor, nop 03
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar