REQUIEM
duapuluh empat ekor gagak terbang ke barat
bayangnya jatuh pada atap gubuk ini
sedangkan semua orang telah berangkat
ke garis depan
memanggul sebuah harapan :
pertanda apa lagikah ini ?
duapuluh empat ekor gagak
swaranya riuh bagai nyanyian kematian
sayapnya kibaskan bau bangkai
dan kau lihatlah :
dadaku koyak kerna luka kemarin, dan
nafasku tingal satu-satu
sedang disini tinggal tersisa
senapan kosong dan sebuah bayonet
tapi aku harus segera berangkat :
barangkali inilah saatnya !
bogor, januari 2002
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar