Selasa, September 02, 2003

REQUIEM

duapuluh empat ekor gagak terbang ke barat
bayangnya jatuh pada atap gubuk ini
sedangkan semua orang telah berangkat
ke garis depan
memanggul sebuah harapan :
pertanda apa lagikah ini ?

duapuluh empat ekor gagak
swaranya riuh bagai nyanyian kematian
sayapnya kibaskan bau bangkai
dan kau lihatlah :
dadaku koyak kerna luka kemarin, dan
nafasku tingal satu-satu
sedang disini tinggal tersisa
senapan kosong dan sebuah bayonet

tapi aku harus segera berangkat :
barangkali inilah saatnya !

bogor, januari 2002

Tidak ada komentar:

Posting Komentar