MONOLOG TENGAH MALAM
Masuklah kedalam bilik-batinmu
dengan telanjang dan inderalah :
Apakah kau mampu menangkap
sebentuk patung dirimu,
isyarat-isyarat rahasia nan agung
yang lewat debu berabad-abad
datang dari hembusan nafas para dewa
Rabalah hatimu,
tataplah wajahmu dan
nikmatilah kehampaan yang murni
Janganlah kau susun dongeng
tentang hewan khayali
tentang akhirat atau alam semesta,
sebelum engkau mengenal siapa
sesungguhnya engkau ?
Janganlah kau tatap indahnya panorama,
atau kau dengar pesona konser musik Beethoven,
atau kau rasakan halusnya hati perempuan,
atau kau cium wangi aroma bunga surgawi
Pupuslah indera lahirmu,
sebelum kau hayati dunia batinmu
Maka tatap dan rabalah lagi patungmu
dan sebelum dia seelok mimpimu :
“Janganlah sekali-kali engkau berhenti memahatnya !”
bogor, okt 2000
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar