MENUNGGUMU
pendar embun pagimu telah membuatku hanyut
menyebut-nyebut namamu
tebaran warna pelangimu telah membuatku larut
hamil oleh kata-katamu
irama tarian surgamu telah membuatku merajut
kenangan dalam sungai jiwamu
senyap tenang telagamu telah membuatku mengabut
menerkamu bagai angin dan debu
jika semua warna kembali ke putih
dan semua jarak kembali pada titik
jika semua rasa kembali pada pedih
dan semua laut telah kehilangan buih
aku akan menunggumu tanpa kehendak
walau dalam serumpun semak-beronak
04 sept 03
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar