BATAS
Kebun ini di mana setiap hari bertabur mawar ungu
semerbak bahkan seketika memenuhi semua tanya
yang dahaga mengaduk-aduk waktu
mencari air penyembuh luka,
tetapi pedih bukanlah kitab para dewa
yang menunggu diterjemahkan oleh pandangan matamu
seperti senja telah membiaskan air telaga.
Ketika gerimis membangun tirai wajahmu
tersadar batas itu terlahir dari genggaman erat
yang bila itu terbuka
aku akan terbakar oleh kebeningan
cahayamu.
Belida, 19092003
Rabu, September 24, 2003
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar